Profil Sekolah

Sekolah dasar Katolik Ricci 2 yang bernaung di bawah yayasan Pendidikan Katolik Ricci, berdiri pada tahun 1989. Ijin operasional Nomor : 214/sd/JB/III/1989. SD Katolik Ricci 2 boleh menerima siswa baru. Pada tanggal 14 September 1989 gedung SD Katolik Ricci 2 diberkati oleh bapak Uskup Agung jakarta yaitu : Mgr. Leo Soekoto, SJ.

Sedangkan peresmiannya oleh bapak bupati tangerang yaitu Bapak H. Tadjus Sobirin. Di Tahun pertama siswa SD Ricci 2 berjumlah 40 siswa dengan tiga orang guru. Dalam usianya yang ke-71, SD Ricci 2 yang kini dipimpin oleh bapak Ignatius Santoso,S. Pd memiliki 27 kelas dengan jumlah peserta didik 723 . Berkat ketekunan, perjuangan yang tidak mengenal lelah telah menghasilkan buah yang kini bisa dilihat nyata.

SD Katolik Ricci II merupakan salah satu lembaga yang berkecimpung dalam dunia pendidikan tentunya mempunyai peran penting dalam mencerdaskan putra – putri yang dipercayakan kepada kami. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Yang termuat pada Bab II pasal 3 berbunyi “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

SD Katolik Ricci II berupaya mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga menjadi manusia yang seutuhnya yaitu cerdas secara fisik, intelektual, emosional maupun spiritual,melalui proses pembelajaran yang telah dirancang dengan baik dan dengan menggunakan metode pembelajaran yang modern sehingga siswa berkembang secara optimal. Mengembangkan karakter “ R I C C I” sesuai dengan semangat pendiri yaituMatteo Ricci:Respect ( Hormat ), Integrity ( Integritas ), Carring ( Baik hati ), Citizenship( Warga yang baik ), Initiative ( Inisiatif ).

Mengembangkan rasa percaya diri pada siswa. Percaya diri merupakan dasar dari motivasi dan unsur – unsur kecerdasan emosional yang lain ( kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati dan hubungan sosial. Percaya diri menderong seseorang untuk berani bertindak dan berani berkarya. Mengembangkan rasa Senang sekolah/ belajar, dengan rasa senang sekolah/ belajar anak akan memiliki motivasi diri yang tinggi untuk belajar dan berkarya, dengan motivasi diri yang tinggi secara otomatis akan mempengaruhi prestasi belajar yang tinggi pula.

Mengembangkan semangat Swakarya. Anak usia SD anak usia senang berkarya sehingga ketika kita beri tugas anak – anak dengan penuh tanggung jawab akan menyelesaikan tugas itu, karya anak akan tercipta dengan baik kalau anak memiliki percaya diri yang tinggi , dan menanamkan cinta dan peduli lingkungan.

Untuk mewujudkan semua target pencapaian di atas maka dalam pelaksanaanya sekolah Ricci telah menyiapkan guru- guru yang profesional dalam bidangnya yang terus menerus ditingkatkan kompetensinya sesuai tuntutan zaman, didukung dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dibimbing langung oleh tenaga –tenaga yang professional dalam bidangnya, melibatkan secara aktif seluruh orangtua siswa dalam berbagai kegiatan sekolah dan bekerjasama dengan lembaga lainyang terkait sesuai dengan kebutuhan.